Terinspirasi oleh sebuah artikel mengenai manajemen cita-cita. Pada awalnya saya biasa aja karena memang seseorang harus memiliki cita-cita. Karena orang yang paling berbahya menurut saya adalah orang yang tidak punya cita-cita, tidak punya tujuan mau kemana sehingga dia dapat melakukan dan menghalalkan apa saja dalam melakukan sesuatu (Teman-teman harus berhati-hati terhadap orang semacam ini). Tetapi kemudian setelah dibaca saya kemudian lebih mengerti dan memahami bahwa esensinya sangat besar dan merupakan basic dari kehidupan kita ini. Mungkin teman-teman penasaran apa isi artikel itu. Ini saya tuliskan kutipannya.
Sahabat, apa yang dirasakan saat ulang tahun tiba. Boleh kah kita berbagi?
Ah, sungguh indah saat ulang tahun, keluarga ada disamping kita, dan saat kita bangun tidur, mereka memberikan senyuman dan ucapan
"selamat ulang tahun, Ayah" kata anak-anak tercinta
"Selamat ulang tahun, Sayangku" kata istri/suami atau
"selamat panjang umur anaku" dari Ibu/Ayah tercinta
“met ultah ya” dari teman-teman kita
Hidup akan menjadi berubah lebih ceria minimal hari itu.. ;-) jika sahabat-sahabat kita tiba-tiba menelpon atau memberikan email, memberikan perhatiannya kepada kita. Adanya anak, istri, sanak saudara, teman sahabat memberikan perhatian akan diri kita, sungguh vitamin hidup yang tiada ternilai. Membuat kita semangat untuk memulai hidup baru. Hidup tidak hanya untukku tapi.. untuk mereka, untuk-Mu Ya Rabbi.
Namun... sudahkah kita, Diri ini, atau siapapun yang ulang tahun, memberikan perhatian. Kemana hidupmu akan dibawa, apa yang telah dilakukan sejauh ini, berapa waktu yang tersisa sebelum kematian menjemput kita. Ulang tahun seperti kita tahu, bukannya umur bertambah, namun berkurang.. kita sedang melangkah pasti menuju "Dead Line" alias garis kematian sebenarnya eehm.. sedih, serem... but no escape sodara...inilah kenyataan hidup yang pasti berakhir. Ulang tahun ataupun tahun baru..sama saja, ini masalah waktu yang berlalu
Waktu adalah resource berharga bagi kita. Memaknai hidup adalah misi yang harus diisi. Lalu apa hubungannya dengan Cita-Cita... huhuhu.. pembukanya kemana-mana nih.
Saya jadi ingat pesan (entah hadist atau kata2 mutiara yaa), beribadahlah kamu seolah-olah akan mati esok, dan bekerjalah kamu seolah-olah hidup masih seribu tahun lagi. Nah karena usia dan waktu ini misteri, butuh semacam dua pemahaman paradox yang harus menyatu dalam diri kita. Energi ibadah untuk Mati dan Energi Hidup untuk Hidup sesudah mati. Nah energi hidup inilah yang menginspirasikan perlunya manajemen cita-cita. manajemen harapan, mengapa kita hidup? Apa yang membuat kita perlu bangun di pagi hari, bangkit dari tidur yang melenakan, untuk masuk ke hari-hari yang bisa jadi kurang menyenangkan (dibandingkan tidur hehehe). Mengapa kita harus melakukan itu semua....
Manajemen cita-cita adalah manajemen niat untuk skala aktivitas terkecil.
Manajemen cita-cita adalah manajemen harapan, asa, semangat hidup, untuk mencapai hal-hal yang lebih baik untuk jangka menengah atau panjang.
Manajemen cita-cita adalah manajemen membuat rencana-rencana, agar hidup kita ada arah.. kata Pak Anis Matta ada keterarahan yang menyebabkan kita dapat melangkah lebih semangat.
Apa cita-citamu naak? Anu.. ingin menjadi insinyur.. ingin menjadi manusia yang berguna, ingin masuk surga. Pokoke muda bahagia, tua kaya, mati masuk surga.. hahaha...
Ini serius sobat. Sudahkah Anda perbarui cita-cita masa kecilmu. Sudah kah Engkau tetapkan rencana-rencana satu tahun mendatang? atau justru sekarang kita lagi kehilangan arah. Kehilangan semangat, entah mau buat apa. Atau wah cita-citaku melenceng semua? Tanya kenapa?
Semoga jadi pembuka yang baik. Berhubung saya pun lagi ada masalah dengan apa itu cita-cita.. hahaha.. semoga tulisan ini menjadi stimulus bagiku untuk memperbarui semangat hidup. Setuju?
Dari artikel di atas mungkin teman-teman dapat mengartikan masing-masing. Tapi yang pasti hal ini menjadi salah satu reminder bagi saya khususnya mengenai apa yang akan terjadi untuk saya untuk tahun-tahun berikutnya, semua tergantung dari apa yang saya kerjakan saat ini. Bagaimana dengan teman-teman? Semoga dimudahkan…
Syndication